Tongging–Sipiso-piso Menggeliat: Karo Panen Wisata, Panen Jeruk dan Bunga
MEREK — Air terjun Sipiso-piso setinggi 120 meter kembali menggeliat. Penataan geosite Tongging–Sipiso-piso — gardu pandang, jalur turun yang aman, dan pusat kuliner — membuat kunjungan ke sisi utara kaldera ini naik signifikan sepanjang 2026.
Kabupaten Karo memegang dua kartu truf sekaligus: gerbang geowisata utara dan lumbung hortikultura Sumatera Utara. Tahun ini keduanya panen bersamaan.
Jeruk dan bunga kembali berjaya
Setelah sempat terpukul penyakit CVPD, kebun jeruk Berastagi bangkit lewat bibit bebas penyakit, pendampingan PPL, dan koperasi pemasaran yang memotong rantai tengkulak. Jeruk Karo kembali memenuhi pasar Medan, Pekanbaru, hingga Jakarta dengan harga yang adil bagi petani.
Bunga potong — krisan, mawar, dan sedap malam — mengikuti jejak yang sama. Koperasi bunga di Berastagi kini memasok dekorasi pernikahan dan hotel di Medan secara kontrak, memberi kepastian harga bagi ratusan keluarga petani bunga.
“Kami tidak lagi jual putus ke tengkulak. Koperasi yang nego harga, koperasi yang kirim. Selisihnya lumayan untuk sekolah anak,” kata seorang petani jeruk di Barusjahe.
Wisata yang membeli hasil kebun
Setiap akhir pekan, ribuan pengunjung Sipiso-piso pulang membawa jeruk, markisa, dan bunga. Dinas pariwisata Karo menata simpulnya: parkir dan kuliner di Tongging, belanja tani di Kabanjahe–Berastagi, dan qi homestay di desa penyangga. Satu perjalanan, dua belanja — tiket wisata dan hasil kebun.